Pemanfaatan e-Modul sebagai Alternatif Media Pembelajaran Mandiri

Pemanfaatan e-Modul sebagai Alternatif Media Pembelajaran Mandiri

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada pasal 10 ayat (1) menyatakan bahwa guru mempunyai dan mengembangkan empat kompetensi dasar (kepribadian, sosial, pedagogik dan profesional). Selain hal tersebut guru diwajibkan untuk mengikuti literasi dasar teknologi informasi dan komunikasi (TIK) (Kemendiknas, 2010). Kewajiban ini termuat dalam renstra 2010-2014 yang menekankan program peningkatan kompetensi guru dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk kegiatan pembelajaran yang dianggap sangat strategis dalam upaya percepatan pemerataan mutu pendidikan di Indonesia. Literasi teknologi informasi dan komunikasi dapat digunakan guru untuk meningkatkan proses pembelajaran melalui berbagai bentuk kegiatan. Pertama, guru dapat memanfaatkan literasi ini untuk mencari bahan pembelajaran dari Internet. Kedua, guru dapat menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran baik itu sebagai alat bantu, media maupun sistem pembelajaran. Ketiga, guru dapat menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk membuat bahan ajar dan media pembelajarannya sendiri sehingga dapat disesuaikan dengan strategi pembelajaran pilihan dan karakteristik siswanya.

Kurikulum 2013 mengamanatkan pembentukan karakter peserta didik sebagai pribadi pembelajar, yang mampu menggali (mengeksplorasi) sendiri berbagai sumber belajar untuk menjawab rasa keingintahuannya. Pada kondisi ini guru diharapkan memposisikan diri sebagai fasilitator yang berfungsi membantu siswa dalam proses belajarnya. Dalam fungsinya sebagai fasiltator pada proses pembelajaran, guru diharapkan mampu menciptakan suasan proses belajar dengan memberikan berbagai alternatif media dan sumber belajar peserta didik.

Menurut Slavin (2000:143) belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Menurut teori ini, dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respons, maka sesorang dapat dikatakan telah belajar apabila telah menunjukkan adanya perubahan dalam perilakunya. Pembelajaran menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi, penggunaan modul elektronik (e-Modul) adalah salah satu pilihan yang dapat dipilih oleh guru.

Sekilas tentang e-Modul
Modul merupakan kumpulan materi pelajaran yang digunakan oleh peserta didik untuk belajar mandiri, yang dipelajari secara bertahap, dan menyeluruh, disusun secara sistematis, dilengkapi dengan tugas, latihan atau bahan evaluasi, serta bahan pendukung lainnya untuk menunjang proses pembelajaran dalam mata pelajaran tertentu.
e-Modul merupakan modifikasi dari modul konvensional dengan memadukan pemanfaatan teknologi informasi, sehingga modul yang ada dapat lebih menarik dan interkatif. Karena dengan e-Modul kita dapat menambahkan fasilitas multimedia (gambar, animasi , audio dan video) di dalamnya. Kita juga dapat menambahkan fasilitas tes atau evaluasi interaktif sehingga siswa lebih dapat berinteraksi dengan sumber belajarnya.

Kelebihan e-Modul
Kelebihan e-Modul dibandingkan dengan modul konvensional adalah:

  1. Lebih menarik, karena dapat dilengkapi dengan fasilitas multimedia (gambar, animasi, audio dan video).
  2. Lebih interkatif karena siswa dapat melakukan evaluasi diri terhadap suatu kompetensi sekaligus dapat melakukan tindak lanjut setelah mengetahui hasil evaluasi yang dilakukannya secara mandiri.
  3. Paperless, dengan demikian penggunaan kertas dapat dikurangi.
  4. Multiplatform, e-Modul dapat digunakan pada berbagai peralatan (device) baik komputer dekstop, laptop maupun smartphone.

Manfaat e-Modul
Dengan fasilitas dan kemudahan yang disediakan e-Modul, maka beberapa manfaat yang dapat kita peroleh darinya antara lain:

  1. Mengalihkan perhatian siswa dari membuka konten-konten pada smartphone dan jaringan internet yang kurang bermanfaat ke konten-konten pembelajaran yang lebih bermanfaat.
  2. Memberikan pilihan kepada peserta untuk menggali sumber belajar yang menarik, interaktif dan menjawab rasa keingin tahuan mereka.
  3. Memberikan solusi kepada siswa untuk dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara bijak dan cerdas.
  4. Memberikan pilihan pada guru untuk menjawab tantangan kemajuan teknologi dan informasi suka maupun tak suka akan berdampak pada dunia pendidikan dan pembelajaran.
sumber : Humas