Indonesia Punya Dua Cagar Biosfer Baru

Indonesia Punya Dua Cagar Biosfer Baru

Cagar Biosfer Samota, yang terletak di antara cagar biosfer Pulau Komodo dan Rinjani Lombok, mencakup area seluas 724.631,52 hektare yang terdiri atas ekosistem pulau-pulau kecil, kawasan pantai hutan bakau, pesisir, hutan dataran rendah dan pegunungan, serta sabana.

Enny mengatakan bahwa pemeliharaan daerah inti Cagar Biosfer Samota penting untuk pelestarian keanekaragaman hayati, dan zona penyangga serta daerah transisinya bisa menjadi area pertanian untuk produksi buah, sayuran, padi, kopi dan kakao, dan peternakan.

Ia menjelaskan, pengelolaan suatu cagar biosfer dibagi menjadi tiga zona yang saling berhubungan, salah satunya area inti yang mencakup kawasan konservasi dengan luas memadai dan mempunyai perlindungan hukum jangka panjang untuk melestarikan keanekaragaman hayati beserta ekosistemnya.

Selanjutnya, ada zona penyangga, yakni wilayah yang mengelilingi atau berdampingan dengan area inti yang ditujukan untuk melindungi area inti dari dampak negatif kegiatan manusia.

Sementara area transisi adalah wilayah terluar dan terluas yang mengelilingi zona penyangga tempat kegiatan-kegiatan pengelolaan sumber daya alam secara lestari.
Sidang ke-31 ICC-MAB di Paris menetapkan 18 cagar biosfer baru di 12 negara, termasuk dua di Indonesia. Dengan demikian saat ini ada 701 cagar biosfer di 124 negara di dunia.
Penetapan suatu daerah menjadi cagar biosfer merupakan bagian dari Man and the Biosphere (MAB) Programme UNESCO untuk menguji dan mengimplementasikan ide-ide inovatif pengembangan berkelanjutan yang didukung oleh penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi, tata kelola pemerintahan yang baik serta peran aktif para pihak dalam pembangunan berkelanjutan.

sumber : antaranews.com