KASUBDIT KSP: LAPORAN JUGA HARUS TEPAT WAKTU

KASUBDIT KSP: LAPORAN JUGA HARUS TEPAT WAKTU

Bimbingan Teknis Review Proposal Sekolah Calon Penerima Bantuan Pemerintah Unit Sekolah Baru, Renovasi Bangunan, dan Pembangunan Ruang Laboratorium Komputer, hari ini, 27 April 2018 resmi berakhir. Sebelum resmi ditutup, Direktorat Pembinaan SMA dan peserta bimtek menyepakati beberapa hal terkait dengan bantuan pemerintah yang akan disalurkan setelah bimtek. Beberapa butir kesepakatan itu antara lain adalah bahwa sekolah penerima bantuan pemerintah harus membuat proposal hasil review dan menyerahkannya ke Dit. PSMA paling lambat 14 hari setelah bimtek, sekolah wajib membuat dan menyerahkan laporan penyelesaian pembangunan 50% ke Dit. PSMA untuk mendapatkan pencairan tahap kedua, sekolah penerima bantuan pemerintah harus menyerahkan laporan 100% ke Dit. PSMA paling lambat 14 hari setelah bangunan selesai 100% dan 3 hari ke dinas provinsi/yayasan untuk dicatat sebagai aset provinsi.

Dalam pengarahannya sebelum penutupan, Kasubdit Kelembagaan dan Sarana Prasarana, Harizal, berpesan kepada semua peserta untuk memperhatikan dua hal terkait pembangunan dan penyelesaian pekerjaan bangunan yang didanai bantuan pemerintah. Yang pertama terkait bangunan itu sendiri dan, kedua, terkait laporan.

“Bagi sekolah yang ingin membangun di lantai 2, tolong perhatikan struktur lantai 1. Harus kokoh. Kualitas bangunan baru juga harus diperhatikan, jangan sampai karena sesuatu hal, bantuan pemerintah akan menjadi masalah bagi kepala sekolah,” kata Harizal.

Khusus penerima bantuan pemerintah ruang laboratorium komputer, Kasubdit KSP juga berpesan agar instalasi listrik dikerjakan dengan cermat dan terjaga mutunya. “Jangan sampai kabel-kabel tidak terpasang semestinya, jangan sampai siswa atau guru jatuh di laboratorium karena tersandung kabel.”

Terkait laporan, Kasubdit KSP juga meminta agar kepala sekolah mengontrol isi laporan yang akan dikirim ke Direktorat. “Jangan sampai ada nama saya di Berita Acara Serah Terima Barang Milik Negara nama saya ditulis keliru, itu menambah pekerjaan kami di kantor.” Menurut beliau, bukan hanya isinya harus benar, laporan harus diserahkan ke direktorat SMA tepat waktu. Ada kesinambungan alur kerja yang terganggu bila sekolah lambat menyerahkan laporan dan hal itu memiliki konsekuensi juga ke sekolah.   

Pada kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Amaroossa Grande, Bekasi, Jawa Barat ini, 139 SMA dari 29 provinsi akan mendapatkan 139 paket bantuan pemerintah pembangunan ruang labortorium komputer. Nilai bantuan tersebut lebih kurang Rp. 29 miliar rupiah. (Teks dan Foto: Tanto Supriyanto)

sumber : kemdikbud.go.id