Lunyuk Surga Tersembunyi di Selatan Sumbawa

Lunyuk Surga Tersembunyi di Selatan Sumbawa

Kecamatan Lunyuk adalah salah satu dari 24 kecamatan di Kabupaten Sumbawa, yang terletak di ujung selatan Pulau Sumbawa, serta berbatasan dengan Samudera Indonesia. Posisinya memanjang dari arah utara ke selatan, dengan ketinggian antara 10 hingga 50 meter di bawah permukaan laut. Jarak Kecamatan Lunyuk dari Kota Sumbawa adalah sekitar 90 kilometer.

Penduduk Lunyuk terdiri dari beragam suku pendatang, seperti Bali, Lombok, Jawa, dan warga Tionghoa. Mereka hidup berkelompok sesuai sukunya masing-masing. Ada perkampungan yang dihuni oleh orang-orang perantauan dari Bali yang berasal dari macam-macam wilayah di Bali, dan mereka mendirikan sebuah Pura yang megah.

Mata pencaharian mayoritas penduduk Lunyuk adalah bertani dan berdagang. Lahannya yang amat subur menjadikan Lunyuk sebagai penyuplai utama hasil bumi di Kabupaten Sumbawa. Selain itu, keuletan para transmigran dalam mengelola tanah dan bekerja turut mendukung perekonomian di Lunyuk, sehingga masyarakatnya cukup sejahtera.

Terdapat Pantai Pasir Putih di Padasuka. Pantai yang memiliki hamparan pasir putih memanjang yang menawan ini belum cukup digarap, namun Anda bisa melihat burung Elang terbang lalu-lalang di sekitar hutan, dan pantainya merupakan tempat penyu-penyu bertelur.

Sejarah Lunyuk

Setelah kemerdekaan Bangsa Indonesia, tanggal 17 Agustus 1945, dan ditetapkannya Undang-undang Dasar 1945, maka dibentuk susunan pemerintahan baik di pusat maupun daerah. Lantas pemerintahan Tanah Samawa diubah menjadi Swapraja Sumbawa, di bawah Propinsi Sunda Kecil. Sejak saat itu Sumbawa terus mengalami perkembangan dalam bentuk pemerintahannya.

Lahirnya Kabupaten Sumbawa juga terkait dengan pembentukan Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yang tercantum dalam Undang-undang No. 64 Tahun 1958, dan Undang-undang No. 69 Tahun 1958, mengenai terbentuknya Daswati I dan Daswati II Nusa Tenggara Barat. Daswati II ini terbagi atas Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, dan Bima.

Pulau Sumbawa lalu pernah mengalami likuidasi pada Tanggal 22 Januari 1959, namun dilanjutkan dengan pengangkatan dan pelantikan kepala daerah Swantantra Tingkat II Sumbawa, maka tanggal ini kemudian dijadikan hari lahir Kabupaten Sumbawa, serta ditetapkan dalam Keputusan DPRD Kabupaten Sumbawa No. 6, Tanggal 29 Mei 1990, dengan 14 jumlah kecamatan. Kecamatan Lunyuk menjadi salah satu kecamatan di Kabupaten Sumbawa. Berikutnya, ke-14 kecamatan ini mengalami perkembangan dan pemekaran hingga kini menjadi 24 kecamatan.

Iklim di Lunyuk

Wilayah Lunyuk beriklim tropis. Curah hujannya pun cukup signifikan meski di musim kering. Suhu udara rata-rata dalam setahun adalah 24.9°C.

Bahasa Daerah di Lunyuk

Bahawa Sumbawa atau Basa Samawa adalah Bahasa yang dituturkan di bekas wilayah Kesultanan Sumbawa, yaitu di wilayah Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat. Bahasa Sumbawa masih satu rumpun dengan Bahasa Sasak. Keduanya masuk dalam kelompok rumpun Bahasa Bali, Sasak, Sumbawa.

Dialek-dialek Bahasa Sumbawa yang digunakan ada beberapa macam, dan salah satu dialeknya dipakai oleh penduduk di sebelah selatan Lunyuk. Dialek-dialek itu antara lain Taliwang, Jereweh, dan dialek Tongo.

Tempat Wisata di Lunyuk

1. Pantai Pasir Putih di Padasuka

Hamparan pasir putih yang alami dengan garis pantai memanjang, menjadikan pesona pantai pasir putih ini sebagai potensi wisata unggul Kecamatan Lunyuk.

2. Pantai Lunyuk

Pantai Lunyuk dengan pasir hitamnya merupakan habitat hewan langka penyu hijau, penyu ridgeback, dan kura-kura raksasa. Pantai ini menjadi tempat bertelurnya penyu-penyu, juga merupakan lahan produksi rumput laut, ganggang merah, ganggang kuning, lobster, dan kerang lola.

3. Batu Pampang

Salah satu objek wisata di Kecamatan Lunyuk ini diyakini memiliki kisah sejarah yang hingga kini masih dihidupkan oleh orang-orang tua di Kecamatan Lunyuk. Adanya batu bercabang di pinggir pantai ini melahirkan nama batu Pampang tersebut, yang dalam Bahasa Sumbawa berarti cabang, sehingga Batu Pampang bila diartikan adalah Batu yang Bercabang.


sumber : Humas